7 bintang EPL Yang Akan Meredam Kritik Di Musim Ini

Performa kurang baik seorang bintang kadang membikin mereka mendapatkan sejumlah kritik dari berbagai pihak. Kritik jelas saja dapat menjadi pelecut semangat ataupun justru menjatuhkan karir pemain. Oleh sebab itu dalam berita bola disini, setiap pemain sepakbola dituntut demi membalas kritikan tadi dari aksi memikat di medan pertempuran. Cuma dengan jalan semacam itu seluruh komentar miring mengenai sang pemain dapat terhenti. Musim persaingan 2017/18 bisa saja dapat jadi era penebusan untuk beberapa bintang di Premier League. Mereka yang jatuh di musim lalu menginginkan bangkit lagi di musim ini. Berikut ini 7 bintang yang akan meredam kritik di musim ini

Henrikh Mkhitaryan

Gelandang Armenia ini adalah bintang paling baik di Bundesliga di musim 2015/16. Ia merupakan bintang yang begitu kreatif dengan memperoleh 15 assist saat membawa Borussia Dortmund memperoleh posisi runner up di bawah Bayern Munchen komando Josep Guardiola. Mkhitaryan akhirnya hijrah ke MU dan karirnya agak tersendat akibat cedera. Meskipun bermain cukup bagus di laga Liga Europa, Mkhitaryan tetap belum dapat bermain sejalan yang diinginkan jadi salah satu pesepakbola kreatif hingga mengundang banyak kritik. Walaupun begitu, Mkhitaryan telah tampil mengagumkan di musim ini. Berlaga di posisi sentral, Mkhitaryan telah memperoleh 4 assist, serupa seperti banyaknya jumlah pada musim lalu. Dari kualitasnya, sekarang performa MU dapat dibilang setingkat lebih tajam dibanding yang lalu.

Aaron Ramsey

Sejak Ryan Shawcross mematahkan kakinya jadi 2, Aaron Ramsey kesusahan memunculkan permainan-permainan terbaiknya. Meskipun begitu bertatalenta, Ramsey cuma mampu memperlihatkan sedikit keahliannya sepanjang beberapa tahun terakhir ini. Tetapi di musim ini, dengan formasi terbaru 3-4-2-1 yang diberlakukan Arsenal, Ramsey mulai memperlihatkan permainan terbaiknya. Permainannya dominan di garis tengah termasuk menghasilkan gol penyeimbang luar biasa ketika unggul penuh drama 4-3 melawan Leicester City meskipun masuk melalui kursi cadangan.

Phil Jones

Manajer legendaris MU Sir Alex Ferguson sempat menyanjung Phil Jones jadi pemain cukup berpotensi yang telah dibeli klub sehabis Duncan Edwards. Tapi, performa Jones tetap belum sesuai impian sebab sering diterjang cedera. Namun musim ini, melalui Victor Lindelof yang masih tetap butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, Jones dapat berlaga dengan cara reguler bersama dengan Eric Bailly dan bermain cukup baik. Sekali-kali Jones tampak mirip seperti pesepakbola menggiurkan ketika ia bermain bersama dengan MU di usia muda.

Riyad Mahrez

Setelah membawa Leicester City menjadi juara Premier League di musim 2015/16 dan memperoleh beragam trofi, Mahrez bermain jelek di musim 2016/17. Ia belum bisa hijrah ke klub raksasa dan performanya begitu mengecewakan hingga The Foxes hampir terdegradasi. Musim ini terkesan lebih baik dan Mahrez dekat dengan performa terbaiknya. Pesepakbola Aljazair itu sungguh ingin angkat kaki tetapi hal itu tidaklah berpengaruh pada penampilannya. Mahrez sejauh ini belum menghasilkan gol tetapi ia telah memperoleh 2 assist dan memenangi 6 take-ons didalam 2 pertarungan. Leicester barangkali menyesal tidaklah melepas Mahrez di musim lalu namun pasca performanya membaik mereka dapat bernafas lega memilih mempertahankan sang pesepakbola.

Anthony Martial

Salah satu pesepakbola muda berpotensi di MU, Martial sebagai bintang di musim terakhir Louis van Gaal di Old Trafford. Tetapi, pesepakbola Prancis itu sukar memperoleh peluang berlaga usai kehadiran Jose Mourinho. Kritik paling besar Martial bersumber dari Mourinho. Pria Portugal coba mendorong sang pesepakbola namun tidak berhasil. Tetapi, di musim ini kondisinya berganti. Martial berlaga lebih baik meskipun menit mainnya terbilang terbatas. Lolos melalui kursi cadangan, Martial telah menghasilkan 2 gol dan assist meskipun cuma berlaga 25 menit sepanjang ini. Masuknya Martial menjadikan performa MU menjelma hingga mereka dapat membantai lawan-lawannya.

Jese

Pernah diasumsikan yang menjadi penerus Cristiano Ronaldo dan pesepakbola yang ingin menantang posisi Gareth Bale di Real Madrid, karir Jese tidaklah maju akibat cedera dan sikapnya sendiri. Jese tidaklah berhasil saat hijrah ke PSG di musim lalu tidak terkecuali ketika dipinjamkan ke Las Palmas. Kemudian bisa dibilang sebagai transfer tidak berhasil, Stoke City akhirnya memberikan jalan keluar dan mengundangnya di musim panas ini. Pesepakbola Spanyol itu berperan sebagai pemain utama menghadapi Arsenal, berlaga ciamik, dan menghasilkan gol keunggulan untuk klubnya. Jese tampaknya mempunyai masa depan yang bagus di Premier League.

Wayne Rooney

Wayne Rooney telah tampak merosot selama 5 tahun terakhir ini hingga selalu jadi incaran kritik dari beberapa pihak. Debut jeleknya pun membikin Rooney musti keluar dari MU, klub yang sudah dibelanya sepanjang 13 tahun. Rooney memilih untuk balik lagi ke klub zaman kecilnya Everton di musim panas ini. Meskipun diasumsikan telah tuntas, Rooney dapat memperlihatkan debut yang amazing. Bekas kapten Setan Merah itu menghasilkan 2 gol dalam 2 pertandingan di Premier League bersama dengan Everton. Itu merupakan cara yang keren untuk Rooney demi meredam seluruh kritik yang di alamatkan padanya selama ini. Meskipun tidak sedikit yang menyangsikan dapat selalu konsisten, tetapi sekarang tidak sedikit yang menunggu debut Rooney. lihat lainnya http://masteragen.me/category/berita-bola/prediksi-skor-pertandingan-bola/

Leave a Reply

Your email address will not be published.